sejarah balon udara

on Minggu, 26 Juni 2011





.

Sejarah Balon Udara

Balon udara panas adalah teknologi penerbangan pertama oleh manusia, ditemukan oleh Montgolfier bersaudara di Annonay, Perancis pada 1783. Penerbangan pertama dengan manusia diadakan pada 21 November 1783, di Paris oleh Pilâtre de Rozier dan Marquis d'Arlandes. Balon udara panas dapat dikendalikan dan bukan hanya dibawa angin yang dikenal dengan airship atau thermal airship. ( sumber: wikipedia )

Sebelum pesawat terbang dicip-takan oleh Wrigth bersaudara, angan-angan manusia untuk terbang menjelajahi langit telah diwujudkan oleh Mongolfier bersaudara lewat balon udara yang mereka temukan.

Keberhasilan mereka dimulai dengan membawa seorang dokter muda, Jean Francois Pilatre de Rozier, serta Francois Laurent d'Arlandes, perwira militer, terbang ke langit. Mereka terbang melalui balon udara yang mereka ciptakan.

Atas kesuksesan yang mereka raih, kerajaan Prancis melalui raja Louis XVI memberikan gelar bangsawan secara turun-temurun dengan sebutan de Montgolfier kepada dua bersaudara itu.

Joseph-Michel Montgolfier dan adiknya, Jaques-Entiene Montgolfier, adalah ilmuwan yang hidup pada abad ke-18. Awalnya, dua orang itu hidup dalam bayang-bayang kakak tertuanya, Raymond de Montgolfier. Dia menjadi pewaris usaha pabrik kertas. Setelah ayahnya wafat, Raymond melihat potensi kepandaian dan minat tinggi terhadap ilmu pengetahuan Joseph dan Jaques. Untuk itu, dia mengirim keduanya untuk bersekolah arsitekur di Paris.

Tapi, kematian Raymond secara tiba-tiba membuat keduanya dipanggil pulang untuk mengurus bisnis pabrik kertas keluarga. Dalam kurun waktu 10 tahun, pabrik kertas keluarga Montgolfier menjelma menjadi raksasa industri di Eropa pada abad ke-18.

Keberhasilan itu semakin memacu keduanya untuk berinovasi. Beberapa percobaan mereka lakukan. Salah satunya menempatkan cucian kering di atas tungku api yang mengepul.

Lalu, peristiwa kebakaran pada suatu malam di benteng Gibraltar membuat Joseph berpikir akan kemungkinan pembakaran dari bara api dapat mengangkat sebuah benda. Dia percaya bahwa ada asap gas khusus. Dia menyebutnya "Mongolfier gas".

Lewat hipotesis itu, dia membangun ruang kotak berukuran 1 x 1 x 1,3 m dari kayu yang tipis. Lalu, sisi atasnya ditutup dengan kain ringan. Di bagian bawah kotak, dia menyulut beberapa kertas. Ternyata, hasil pembakaran itu mengangkat balon perlahan.

Hasil percobaan itu membuat mereka semakin bersemangat. Dua bersaudara itu mengumumkan pembuatan proyek besar. Yakni, balon udara raksasa yang menampung beberapa orang. Balon itu berbentuk kain kabung dengan tiga lapisan tipis di dalamnya. Balon tersebut mampu menampung 790 m¸ udara dengan berat 225 kg.

Akhirnya, mereka demonstrasi pada 4 Juni 1783 di Paris. Uji coba itu dilakukan dengan disaksikan para pejabat khusus. Percobaan sukses. Balon udara mereka mampu terbang di ketinggian 1.600-2.000 m dari permukaan tanah serta mampu menempuh jarak 2 km dalam 10 menit.

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer